Terkadang tanpa kita sadari, baik saya maupun anda sekalian kita telah begitu banyak melakukan kemunafikan. Sebagai contoh, kita tahu bahwa budaya barat yang kebanyakan (mayoritas) masyarakat Indonesia adopsi seperti; -pergi ke bar malam -pergaulan bebas -berpacaran tanpa adab -dll, merupakan hal-hal negatif yang kita sudah ketahui sebenarnya, namun kita sengaja menutup mata dan telinga akan hal tersebut. Toh mungkin kalian bilang, "Hidup hanya sekali, ya nikmati aja bro.", memang benar hidup di dunia ini hanya sekali tapi apakah kalian mampu mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak? Apakah kalian mampu? Tidak ada seorangpun di dunia, bahkan nabi sekalipun tidak akan mampu menahan pedihnya siksa neraka. Allah SWT berfirman; “Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS 45:24) Yang maknanya adalah, kehidupan yang kita jalani bukanlah di dunia saja, melainkan awal dari perjalanan kecil kita. Bahkan setelah kita meninggal, kita akan pergi ke dunia yang lain. Dunia dimana kita ditimbang semua amal perbuatan kita selama di dunia. Dan sesungguhnya tidak ada yang tahu dengan jelas mendetail apa saja yang akan terjadi sana kelak, karna sesungguhnya hanya Allah SWT yang mengetahuinya. "tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan,” (QS 44:35) Yang artinya, manusia hanya akan mengalami kematian sekali, yaitu di bumi, sedangkan di alam berikutnya ia akan kekal disana. Dan manusia hanya akan sekali dibangkitkan, yaitu ketika mereka akan mengalami penghitungan amal kelak. “dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS 2:4) Yang artinya, bagi mereka yang beriman kepada Al Qur'an yang telah diturunkan kepadanya umat dari nabi Muhammad SAW, serta meyakini adanya kitab-kita sebelumnya juga meyakini adanya hari akhir dan kehidupan setelahnya, niscaya ia akan selamat dari kebengisan api neraka kelak. Adapun "Hikmah-hikmah" yang kita dapat ambil dari menyakini adanya hari akhir adalah; 1. Tidak meniru tingkah/pola hidup orang kafir Sebagaimana Allah SWT berfirman: "Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (QS 3:196-197) Artinya, Janganlah kalian terperdaya oleh tipu daya ajakan tentang filosofi kebebasan dari orang-orang kafir seperti contohnya orang barat, bahwasanya kebebasan itu hanya membawa kesenangan yang bersifat sementara kemudian neraka Jahanamlah tempat yang ia tinggali kelak. Sesungguhnya neraka Jahanam adalah neraka terbengis dari seluruh neraka yang ada. 2. Selalu beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan. Allah SWT berfirman: “… Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS 2:223) Yang artinya, perbanyaklah amal baik untuk kebaikan dirimu sendiri kelak, dan bertakwalah kepada Allah SWT, dan percaya bahwasanya kalian akan bertemu dengannya kelak. Dimana kalian akan diberikan arti dari kebebasan sebenarnya, kesenangan yang abadi, kebahagiaan yang tidak terhingga. Sampaikanlah kabar-kabar yang baik kepada sesama, jangan mengunjing oranglain, mencemooh, atau menghardiknya. “... Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya". (QS 18:110) Yang artinya, jika kalian ingin berjumpa dengannya persiapkan dahulu amal baik yang banyak, niscaya kalian akan diberikan kemudahan dalam memasuki surganya, dan siapa yang bertemu dengannya dengan membawa amal keburukan niscaya ia akan diberikan pencucian oleh api di neraka kelak. 3. Selalu berbuat baik dan benar Allah SWT berfirman: "Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.” (QS 2:123) Yang artinya, kita sebagai manusia harus menabung amal kebaikannya sendiri, tidak bergantung pada orang lain, karna kelak ketika kalian sudah meninggal, hanya orang-orang yang direstui oleh Allah SWT saja yang dapat memberikan doa kepada kita. Seperti doa dari anak yang saleh kepada orangtuanya, dan lainnya. “… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS 5:2) Yang artinya, saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, jangan kompromi dalam hal yang mengakibatkan dosa. Dan perbanyaklah bertakwa kepadanya, karna siksaan Allah SWT itu sangat berat dari yang bisa kalian bayangkan. 4. Mau berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan harta. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS 9:111) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS 49:15) Orang yang rela mengorbankan nyawa dan harta dijalan Allah, ia akan diberikan kebahagiaan, kesenangan yang abadi disana kelak. Dan bahwasanya hanya orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya yang tidak akan ragu walau harus mengorbankan nyawa ataupun harta mereka sekalipun, karna ia tahu bahwa semua yang ada di dunia ini hanyalah ilusi semata. 5. Tidak bakhil (kikir) dalam berinfaq. “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 3:180) Janganlah takut akan kehabisan harta apabila kalian berinfak, sesungguhnya Allah SWT sangat senang kepada orang yang sudi berbagi kepada sesama terutama kepada yang lebih membutuhkan, karnanya Allah SWT sudah siapkan pahala yang berlipat-lipat untukknya. Dan semua harta yang kalian punya adalah milik-Nya seorang, dan Allah dapat mengambilnya kapapun yang ia inginkan. “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang “mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (QS 104:1-9) Dan janganlah kalian menghitung apa yang telah kalian amalkan, mengharapkan bahwa ia akan terselamatkan kelak apabila dia terus beramal, jadi beramalah dengan ikhlas bukan mengharapkan imbalan. Kelak kalian akan dimasukan kedalam Huthamah yaitu api yang menyala yang mampu membakar hingga ke hati kalian dan kalian akan di ikat diatasnya dan ditempatkan di tiang-tiang panjang. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:261-262) Walau hanya setitik yang ia amalkan, Allah akan mengandakannya berlipat-lipat, sesungguhnya ia tidak akan pelit terhadap orang yang rela membantu dan berbagi pada sesamanya. 6. Memiliki kesabaran dalam kebenaran dan ketika tertimpa musibah. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS 3:200) Sesungguhnya Allah meberikan cobaan kepada umatnya tidak melebihi dari kemampuan umatnya itu sendiri. Jadi kuatkanlah iman kalian, dan bersabarlah karna itu hanyalah cobaan dari-Nya apakah kalian sudah layak untuk memasuki surganya kelak. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" (QS 2:155-156) Dan Allah akan memberikan cobaan berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan seseorang yang kalian cintai, dan pangan. Kita sebagai manusia harus saling mengingatkan, apabila ada yang sedang tertimpa cobaan agar diberikan motivasi dan dukungan karna ketahuilah cobaan itu adalah bagian dari rencana tuhan dalam menguji makhluknya. Dan ingatkanlah bahwa penderitaan yang dia alami hanya bersifat sementara, namun penderitaan yang diberikan oleh Allah kepada orang yang buruk adalah kepedihan yang luar biasa dan penderitaan yang ia alami seakan-akan bagaikan tidak kunjung selesai. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." Setiap makluk yang bernyawa akan mengalami kematian, dan di hari kiamat kelaklah pahalamu dipertangguhkan. Dan dia yang dimasukan oleh-Nya kedalam surga merupakan orang-orang yang beruntung karna ia telah berhasil melewati tipu daya duniawi yang sangat memikat.