Kasus "kau + verba": ==================== Kata ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata kerja dasar atau tanpa imbuhan yang mengikutinya. Tapi setiap kalimat, pasti terdapat salah satu dari S, P, O, dan K. 1. Contoh 1: - Kaubisa mengendarai sepeda. -- yang jadi "verba"-nya adalah si "mengendarai", sedangkan bisa (walau termasuk v), hanya jadi kata penghubung untuk subjek dan predikat. Jadi kalau dijabarkan, penulisannya tetap seperti: --- Kau bisa mengendarai sepeda. 2. Contoh 2: - Kaupulang saja duluan. - Kautinggal di rumah ini. -- untuk contoh yang ini, "verba"-nya adalah yang ditulis serangkai dengan "kau-", jadi penulisannya tetap seperti itu karena tidak ada kata penghubungnya. Kecuali kalau: --- Kau ____ pulang saja duluan. --- Kau ____ tinggal di rumah ini. Kasus "ku (kau) + non-verba/imbuhan": ===================================== Setiap ku- pasti dalam kebanyakan kasus, selalu disambung dengan kata setelahnya, entah itu verba, adverbia, atau yang lain (mayoritas begitu). 1. Contoh 1: - Kuingin -- "ingin" di sana bukanlah kata kerja, tapi adverbia. Kecuali jika ditambahkan akhiran "-kan", maka ditulis serangkai. --- Ku ingin --- Kuinginkan ---- Supaya lebih kelihatan enak dibaca, kata "ku-" tadi, ganti saja dengan "Aku" kalau dihadapkan dengan non-verba/imbuhan. Berlaku untuk setiap kasus serupa. ----- Aku ingin 2. Contoh 2: - Kupersiapkan -- "persiapkan" memang verba, tapi ada imbuhan per- di depannya. Jadi kasusnya sama kayak contoh di atas, dijadikan "Aku". Kecuali untuk kau-, tetap dikasih spasi. Silakan kalau ada sanggahan.